Senin, 22 September 2008

Kelahiran anak kedunia ini membawa kepastiannya masing-masing. Kepastian akan kehidupan dirinya pribadi di masa sekarang dan kedepan nanti. Sebagai orang tua dengan lantang dan gagah berani telah menanamkan rasa "kebencian" yang di terjemahkan sebagai kewaspadaan terhadap anak-anaknya,... coba lihat tidak sedikit yang mengatakan kepada anaknya, hidup itu berat nak, banyak orang jahat di lingkungan kita ini,...kamu harus hati-hati jika berteman, kalau bermain jangan terlalu jauh.

 

Bayangkan jika semua orang tua itu berkata demikian terhadap anaknya, saya pernah menjadi anak, selalu membayangkan siapa sih yang dimaksud orang jahat itu? Jangan-jangan orang jahat itu saya sendiri, yah semua orang tua menanamkan rasa itu kepada anaknya maka semua bisa menjadi sasaran sebagai argumen orang jahat tersebut.

 

Kebalikan akan hal itu ditawarkan di sekolah bahwa anak-anak harus mencintai semua mahluk hidup,.. yah kontradiksi,..

 

Anak tidak mengenal strata sosial, tidak mengenal apakah orang tuanya pengangguran, bajingan atau semua segi positif dan negatif yang ada dalam orang tuanya.

 

Anak hanya dikenalkan oleh pendidiknya.

 

Kapan orang tua akan berkata,.. tidak perlu takut nak,... dunia ini aman sejahtera banyak orang baik di luar sana, bergaulah sebanyak mungkin, berteman lah seindah mungkin, cintai lah semua orang tanpa perlu berfikir mereka akan membalas cintamu itu,..

 

Suatu waktu nanti orang tua akan berkata begitu kepada anaknya,... suatu hari nanti,... mungkin,...

[posting]

Jumat, 12 September 2008

Berdo'alah

Hujan mengguyur  bumi, tapi do'a mu menyertainya, teruskan semangatmu.
 
 
 
 
[posting]